Home » Blog » BATIK MADURA : PENGARUH SOSIO DAN PSIKOLOGIS YANG UNIK
Rp 74.000
Rp 79.000
Rp 79.000
Rp 79.000

BATIK MADURA : PENGARUH SOSIO DAN PSIKOLOGIS YANG UNIK

Senin, Juni 9th 2014. Posted in Tak Berkategori

202

Kalau berbicara tentang Madura pikiran orang biasanya langsung tertuju pada carok,baju sakerah(rompi hitam dan kaos loreng merah putih),Odeng (ikat kepala),soto,sate, karapan sapi dan yang terakhir batik tulisnya.Sebenarnya batik tulis Madura telah berumur lebih dari satu abad.Seni membatik ini diwariskan secara turun temurun dari kakek buyut mereka hingga ada yang bisa mencapai 4 – 5 generasi sekarang.
Sebelum terjadi booming kain batik di Indonesia,barangkali hanya orang – orang Madura lokal saja atau mereka para pecinta setia batik dari lapisan tertentu saja yang mengetahui keberadaan kesenian batik Madura. Berkat klaim Negara sahabat kita,Malaysia, berhasil membangkitkan jiwa nasionalisme bangsa akan cinta kesenian batik Indonesia,disusul pengakuan UNESCO pada Oktober 2009 tentang batik Indonesia turut mengangkat nama batik tulis Mqdura untuk lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya, disamping batik – batik Solo,Jogya Pekalongan ,Lasem dan lain-lain yang lebih dulu familiar ditelinga masyarakat Indonesia.

Berbicara mengenai batik tulis dari daerah manapun sebenarnya tidak ada perbedaan dalam hal dasar proses pembuatannya.Tetap menggunakan malan/lilin batik sebagai penghalang warna pada proses pewarnaannya dan canting sebagai alatnya.Namun perbedaan tentu saja ada.Inilah yang dinamakan dengan ciri khas.
Batik tulis adalah karya seni,hasil explorasi imajinasi yang sangat dipengaruhi oleh karakter sosiologis dan psikologis pembuatnya yakni masyarakat Madura. Karakter masyarakat dapat mempengaruhi penampilan motif batik tiap – tiap daerah. Karakter batik tulis Madura bisa saja berbeda dengan batik tulis Sidoarjo,, Jawa tengahan,dan daerah lainnya.Bahkan di Madurapun, batik Bangkalan, sampang, Pamekasan dan Sumenep tetap dapat memperlihatkan corak dan warna yang khas dari masyarakat lokalnya.Dengan demikian para pecinta batik akan dapat mengenal bahwa ini adalah batik tulis Madura dengan melihat performa batikannya seperti motif dan permainan warnanya.Permainan warna – warna terang dan mencolok secara tegas seperti merah “mbranang”, hijau dan kuning keemasan dengan dasaran hitam,coklat atau putih masih mendominasi,menunjukkan karakter umumnya orang Madura yang tegas, blak-blakan,opo onone (apa adanya) dan suka berterus terang. Hanya saja dalam beberapa tahun belakangan,telah terjadi pergeseran pemakaian warna terang dan mencolok.Asimilasi budaya Jawa terhadap Madura ditandai dengan makin banyak orang Jawa yang menetap di Madura dan semakin mudahnya akses ke Madura dari Jawa lewat Suramadu ternyata mempengaruhi style batik Madura masa kini.Permintaan pasar menuntut performa batik madura memadukan warna terang tapi tidak mencolok dan meminimalkan dasaran hitam dan coklat.Demikian pula denga pemilihan motif.Batik masa kini cenderung condong mengikuti selera kaum muda. Sehingga tercipta nama baru “motif kontemporer” dengan tampilan seperti motif garis,matriks,dimensi,amoeba,flora dan lain – lain yang sebenarnya sama sekali tidak menunjukkan kekhasan Maduranya.

 

Rp 79.000
stok habis
Rp 79.000
Rp 94.000
Rp 79.000
Rp 89.000
Rp 79.000
Rp 79.000
Rp 74.000
Shopping cart:
Jumlah = pcs

Lihat Keranjang
Jumlah Nama Barang Berat (kg) Total
0 0,00 Kg Rp 0,00
keranjang anda kosong
Customer Service
ym1
ym2
Testimoni